Ads 728 x 60

header ads

Shalat dan Penyakit Hati

‏‏‎
يقول ابن حجر الهيتمي رحمه الله 
( وَيَجِبُ عَلَى مَنْ لَمْ يُرْزَقْ قَلْبًا سَلِيمًا أَنْ يَتَعَلَّمَ أَدْوِيَةَ أَمْرَاضِ الْقَلْبِ مِنْ كِبْرٍ وَعُجْبٍ وَرِيَاءٍ وَنَحْوِهَا )
📖 تحفة المحتاج

📗 Imam Ibnu Hajar Al-Haitamiy rahimahullah berkata:

📝 Wajib atas orang yang tidak diberi hati yang salim (selamat dari penyakit hati), untuk belajar mengobati hati dari penyakit² semisal takabbur sombong, ujub, riya', dll.

Kata Mutiara: Shalat dan Penyakit Hati

Qultu

Berislam dan beribadah tidak cukup dengan fiqh saja, tapi butuh tashawwuf dan atau akhlaq.
Contohnya shalat.
Shalat asalkan syarat-syarat sahnya dan rukun-rukun nya sudah terpenuhi, maka secara fiqh sudah sah, dalam arti kewajiban shalat maktubah sudah gugur.
🥏 Tapi apakah shalatnya pasti diterima ?
Apakah pasti berpahala?
Nanti dulu !
Shalat untuk bisa diterima oleh Allah Ta'ala dan berpahala, harus memenuhi "syarat-syarat diterimanya shalat", dan syarat-syarat itu hampir semuanya berkaitan dengan perbuatan hati, alias sudah masuk ke ranah tashawwuf dan akhlaq. Yakni akhlaq kita kepada Allāh ketika dalam keadaan shalat.

📚 Dalam Sullam Taufīq disebutkan:

( فصل ) وشرط مع ما مر لقبولها عند الله سبحانه و تعالى ان يقصد بها و جه الله تعالى وحده، و ان يكون مأكله و ملبوسه و مصلاه حلالا ، و ان يحضر قلبه فيها له من صلاته الا ما عقل منها و ان لا يعجب بها
 📚  سلم التوفيق ، ص ٢٩

Penjelasan bebas

Selain syarat-syarat sah dan rukun-rukun nya, agar shalat bisa diterima oleh Allah Ta'ala, harus memenuhi syarat-syarat berikut :
▪ Ikhlash, hanya karena Allāh Ta'ala, tidak menyekutukanNya, tidak riya'.
▪ Makanan, pakaian dan tempat shalat dari yang halal (halal dzatiyahnya dan halal cara memperolehnya).
▪ Dengan hati hudlur.
▪ Tidak 'ujub dengan shalatnya.

Wallahu A'lam
Semoga Bermanfaat

Posting Komentar

0 Komentar